|
Balikpapan - Remaja usia sekolah di lingkungan pondok pesantren tidak hanya dituntut prima secara fisik dan akademik, tetapi juga tangguh secara mental. Menyadari pentingnya hal tersebut, Puskesmas Sepinggan menggelar agenda Penyuluhan Kesehatan Jiwa Remaja pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Acara yang berlangsung interaktif ini bertempat di Mushola Pondok Pesantren (PP) Syaichona Cholil Balikpapan.
Program berskala komprehensif ini menyasar target seluruh santri remaja di lingkungan pesantren, mulai dari jenjang SMP, SMA, hingga SMK Syaichona Cholil. Pemilihan mushola sebagai pusat kegiatan mampu menciptakan atmosfer diskusi yang tenang, sehingga para santri dapat menyerap materi dengan lebih terbuka dan nyaman. Tim medis dan psikolog dari Puskesmas Sepinggan memaparkan berbagai tantangan psikologis yang kerap dihadapi remaja modern, seperti manajemen stres akademik, cara mengatasi kecemasan (anxiety), pentingnya menjaga komunikasi yang sehat antar-sesama santri, hingga mengenali gejala awal gangguan kesehatan jiwa. Penyuluhan ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif mengenai kesehatan mental di lingkungan pendidikan berbasis agama. Para santri dari ketiga jenjang sekolah tersebut tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab. Dengan adanya edukasi ini, para santri diajarkan untuk saling peduli (peer-support) dan tidak ragu bercerita kepada guru bimbingan konseling atau tenaga medis jika mengalami tekanan psikologis selama menuntut ilmu di asrama. Semoga ilmu yang didapat mampu membantu mereka mengelola emosi dan stres dengan baik, sehingga lahir generasi santri yang sehat seutuhnya cerdas akalnya, bersih jiwanya, dan mulia akhlaknya dalam menghadapi masa depan. #smpsyaichonacholilbpp #smpsyaichona_bpp #ppsc_bpn #psb.syaichona |
AuthorTim Media TautanArchives
June 2026
Categories |